Perbedaan Gelato dan Es Krim : Mana yang Lebih Enak dan Sehat?

Di Indonesia, semakin banyak orang yang jatuh cinta dengan gelato. Gerai-gelato bermunculan di mall, kafe, hingga pinggir jalan. Tapi banyak yang masih bingung: “Gelato sama es krim itu beda apa sih?” Padahal meski sekilas mirip, keduanya punya perbedaan yang cukup signifikan dari bahan, tekstur, hingga cara penyajiannya.
Gelato Itu Apa Sih?
Terbuat dari Apa?

Gelato adalah dessert beku khas Italia yang secara harfiah berarti “es krim” dalam bahasa Italia. Namun, gelato bukan sekadar es krim biasa. Bahan dasar gelato tetap sama seperti es krim premium: susu segar, gula, dan perisa alami (buah, cokelat, kacang, dll). Bedanya, gelato menggunakan lebih banyak susu dan jauh lebih sedikit krim (cream) dibandingkan es krim pada umumnya.Menurut International Dairy Foods Association (IDFA), es krim Amerika harus mengandung minimal 10% lemak susu (milk fat), sedangkan gelato Italia biasanya hanya 4–9% lemak susu saja. Itulah mengapa tekstur gelato lebih padat, lembut, dan “silky” tanpa terasa terlalu berminyak di lidah.
Perbedaan Utama Gelato vs Es Krim
| Aspek | Gelato | Es Krim Biasa |
|---|---|---|
| Kandungan lemak | 4–9% | 10–18% (bahkan sampai 20%+) |
| Udara (overrun) | Rendah (20–35%) | Tinggi (50–100%+) |
| Suhu penyajian | -12°C sampai -15°C | -18°C atau lebih dingin |
| Tekstur | Padat, elastis, lembut | Lebih ringan, fluffy |
| Rasa | Lebih intens | Lebih ringan karena banyak udara |
Karena udara yang dimasukkan jauh lebih sedikit (overrun rendah), satu sendok gelato terasa lebih “penuh” dan rasa buah atau cokelatnya lebih kuat.
Gelato Berasal dari Mana?
Gelato modern seperti yang kita kenal sekarang lahir di Italia pada abad ke-16. Legenda mengatakan bahwa arsitek dan seniman ternama Bernardo Buontalenti menciptakan resep gelato pertama untuk keluarga Medici di Florence sekitar tahun 1565. Namun, akar tradisi makanan beku di Italia jauh lebih tua, terinspirasi dari sorbet yang dibawa pedagang Arab ke Sisilia pada abad ke-9.Saat ini, Italia memiliki lebih dari 39.000 gerai gelato artigianale (gelato buatan tangan) dan konsumsi gelato per kapita di Italia mencapai sekitar 6–8 kg per tahun (data Coldiretti 2024).
Apakah Gelato Halal?

Mayoritas gelato yang dijual di Indonesia dan di dunia adalah halal karena bahan-bahannya hanya susu, gula, buah, dan cokelat. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Beberapa gelato menggunakan emulsifier atau stabilizer yang mungkin mengandung gelatin babi.
- Rasa alkohol (tiramisu dengan marsala, limoncello, dll) jelas tidak halal.
- Pastikan gerai gelato memiliki sertifikat halal MUI jika Anda ingin 100% yakin.
Gelato rumahan atau yang dibuat sendiri sudah pasti halal selama semua bahan yang digunakan halal.
Kenapa Gelato Lebih Mahal dari Es Krim Biasa?

Harga gelato di Indonesia biasanya berkisar Rp35.000 – Rp70.000 per cup/cone (2–3 scoop), sedangkan es krim wall’s atau campina hanya Rp10.000 – Rp25.000. Ada beberapa alasan:
- Bahan baku lebih mahal (susu segar full cream, buah asli, pistachio Sicilia, cokelat Valrhona, dll)
- Proses produksi lebih lama dan manual (banyak gelato artisan tidak menggunakan mesin besar)
- Overrun rendah = volume lebih sedikit untuk berat yang sama, jadi “isi” lebih padat
- Impor mesin dan bahan dari Italia (khususnya untuk gerai premium)
Apakah Gelato Lebih Sehat daripada Es Krim?
Secara umum, ya, gelato cenderung lebih sehat karena:
- Lemak lebih rendah (4–9% vs 10–20%)
- Gula sering lebih sedikit (karena rasa sudah kuat tanpa perlu banyak pemanis)
- Tidak ada udara berlebih, jadi kalori per volume lebih rendah
- Banyak varian buah segar (sorbet) yang tanpa susu sama sekali
Contoh: 100 gram gelato stracciatella rata-rata 180–220 kalori, sedangkan es krim vanilla premium bisa 250–300 kalori.Tapi tetap saja, gelato tetaplah dessert. Jangan kebanyakan!Resep Gelato Sederhana di Rumah (Tanpa Mesin)Bahan (untuk ±800 ml):
- 500 ml susu cair full cream
- 100 ml whipping cream
- 120–150 gram gula pasir (sesuai selera)
- 1 sdt vanilla extract atau 1 batang vanili
- Pilihan rasa: 200 g buah segar (stroberi, mangga) atau 100 g pasta cokelat/pistachio
Cara membuat:
- Panaskan susu + cream + gula sampai gula larut (jangan sampai mendidih).
- Masukkan perisa (buah yang sudah diblender halus atau pasta).
- Dinginkan di kulkas minimal 4 jam (lebih baik semalaman).
- Kocok dengan mixer tangan atau food processor setiap 30–45 menit selama 3–4 jam di freezer (untuk memecah kristal es). Atau pakai ice cream maker jika punya.
- Setelah tekstur padat tapi masih lembut, simpan di wadah kedap udara.
Hasilnya sudah mirip gelato artisan!
Kesimpulan
Gelato bukan sekadar “es krim Italia yang mahal”. Ia punya tekstur lebih padat, rasa lebih intens, lemak lebih rendah, dan proses pembuatan yang lebih tradisional. Walaupun harganya lebih tinggi, banyak orang merasa worth it karena kualitas dan pengalaman makannya benar-benar berbeda. Kalau kamu pecinta dessert, wajib coba gelato artisan setidaknya sekali seumur hidup, atau bikin sendiri di rumah dengan resep di atas!
Baca Artikel Menarik Lainnya
Nata De Coco, Topping Minuman Segar, Kenyal dan Lezat
Pisatchio Sauce, Saus dengan Rasa Gurih Nan Unik
Ini Dia Fakta Biji Kopi Robusta vs Arabica
