TDS pada Kopi: Pengertian, Fungsi, dan Pengaruhnya pada Rasa Kopi
TDS pada kopi adalah singkatan dari Total Dissolved Solids, yaitu ukuran seberapa banyak zat terlarut yang terdapat di dalam minuman kopi setelah proses penyeduhan. Sederhananya, menunjukkan seberapa “pekat” hasil seduhan kopi atau nilai konsentrasi seduhan.
Nilai konsentrasi seduhan biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase. Misalnya, kopi dengan TDS 1,30% berarti terdapat sekitar 1,3 gram zat terlarut dalam setiap 100 gram minuman kopi.
Zat terlarut tersebut bukan hanya kafein. Di dalamnya terdapat berbagai senyawa dari kopi, termasuk asam organik, senyawa aroma, mineral, kafein, dan berbagai komponen hasil proses roasting dan ekstraksi.
Apa Itu TDS pada Kopi?

TDS (Total Dissolved Solids) biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase. Misalnya, kopi dengan TDS 1,30% berarti terdapat sekitar 1,3 gram zat terlarut dalam setiap 100 gram minuman kopi.
Zat terlarut tersebut bukan hanya kafein. Di dalamnya terdapat berbagai senyawa dari kopi, seperti asam organik, senyawa aroma, mineral, gula hasil proses pemanggangan, kafein, dan komponen lainnya.
Berapa Nilai Konsentrasi Seduhan Kopi yang Ideal?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua jenis kopi. Nilai yang dianggap ideal bergantung pada metode penyeduhan dan karakter kopi yang diinginkan.
Pada kopi filter atau manual brew, TDS sekitar 1,2–1,5% sering menghasilkan minuman dengan konsentrasi yang cukup seimbang. Sementara itu, espresso memiliki angka yang jauh lebih tinggi karena menggunakan lebih sedikit air dan proses ekstraksi yang lebih terkonsentrasi.
Nilai konsentrasi seduhan yang terlalu rendah dapat membuat kopi terasa tipis atau encer. Sebaliknya, terlalu tinggi dapat membuat kopi terasa terlalu pekat. Namun, TDS tinggi tidak otomatis berarti kopi lebih enak.
TDS (Nilai Konsentrasi Seduhan) dan Extraction Yield pada Kopi
TDS menunjukkan seberapa pekat minuman, sedangkan Extraction Yield menunjukkan berapa banyak material dari bubuk kopi yang berhasil diekstrak ke dalam air.
Dua kopi bisa memiliki nilai konsentrasi seduhan yang sama tetapi rasa yang berbeda karena proses ekstraksinya berbeda.
Itulah sebabnya nilai konsentrasi seduhan lebih tepat digunakan sebagai alat kontrol dan standardisasi brewing, bukan sebagai satu-satunya patokan kualitas kopi.
TDS sering dibahas bersama Extraction Yield, tetapi keduanya berbeda.
Mengapa Nilai Konsentrasi Seduhan (Total Dissolved Solids) Penting dalam Industri Kopi?

Dalam bisnis coffee shop, TDS dapat digunakan sebagai salah satu parameter untuk menjaga konsistensi kualitas kopi. Barista dapat membandingkan hasil seduhan dari waktu ke waktu dan melakukan penyesuaian pada dosis kopi, jumlah air, ukuran gilingan, suhu, maupun waktu ekstraksi.
Dengan begitu, setiap cangkir kopi dapat memiliki karakter yang lebih konsisten meskipun dibuat pada waktu yang berbeda.
Kesimpulannya, nilai konsentrasi seduhan pada kopi merupakan salah satu indikator penting untuk memahami konsentrasi hasil seduhan. meski bukan penentu tunggal kualitas kopi, tetapi sangat membantu dalam proses brewing, kontrol kualitas, dan standardisasi resep kopi.
Cara Mengukurnya?
TDS kopi biasanya diukur menggunakan alat bernama Refractometer kopi. Alat ini membaca perubahan indeks bias cahaya pada sampel kopi dan kemudian menampilkan perkiraan konsentrasi zat terlarut dalam bentuk persentase.
Cara penggunaannya relatif sederhana:
- Seduh kopi menggunakan resep yang ingin diuji.
- Aduk atau homogenkan hasil seduhan.
- Dinginkan sampel hingga suhu yang sesuai dengan alat.
- Ambil sedikit kopi dan letakkan pada sensor refractometer.
- Alat akan menampilkan nilai TDS, misalnya 1,25% atau 1,40%.
- Bersihkan sensor setelah digunakan.
Untuk mendapatkan hasil yang konsisten, sampel sebaiknya diambil setelah kopi tercampur merata. Refractometer juga perlu dikalibrasi dan digunakan sesuai petunjuk produsennya.
Perbedaan Kepekatan Kopi Berdasarkan TDS (Total Dissolved Solids)
Semakin tinggi angka TDS, secara umum semakin banyak zat terlarut dalam minuman sehingga kopi terasa lebih pekat. Namun, rasa yang dirasakan tidak hanya ditentukan oleh nilai konsentrasi seduhan.
Sebagai gambaran pada kopi filter:
Angka konsentrasi
di bawah 1,0%
Kopi cenderung terasa sangat ringan dan encer. Body biasanya tipis dan rasa dapat terasa kurang intens.
sekitar 1,0–1,2%
Kopi masih tergolong ringan. Cocok bagi orang yang menyukai minuman dengan karakter yang lebih clean dan tidak terlalu pekat.
sekitar 1,2–1,5%
Sering menjadi kisaran yang nyaman untuk kopi filter. Rasa, aroma, acidity, sweetness, dan body dapat terasa cukup seimbang jika ekstraksinya tepat.
sekitar 1,5–1,8%
Kopi terasa lebih pekat dengan body yang lebih kuat. Karakternya dapat terasa lebih intens dibandingkan seduhan dengan TDS rendah.
di atas 2%
Minuman sudah tergolong sangat terkonsentrasi untuk metode filter dan dapat terasa cukup berat atau pekat.
Sementara itu, espresso memiliki TDS yang jauh lebih tinggi, umumnya sekitar 7–12%, karena menggunakan perbandingan air dan kopi yang berbeda serta proses ekstraksi bertekanan.
Baca Juga
Kopi Luwak: Panduan Cita Rasa & 10 Kopi Termahal Dunia
Apakah Nilai Konsentrasi Seduhan Tinggi Berarti Kopinya Lebih Enak?
Belum tentu.
TDS hanya menunjukkan konsentrasi zat terlarut, bukan secara langsung menunjukkan kualitas atau kenikmatan kopi.
Sebagai contoh, kopi dengan nilai konsentrasi seduhan 1,6% belum tentu lebih enak daripada kopi dengan TDS 1,3%. Jika ekstraksinya terlalu tinggi, kopi dengan nilai konsentrasi seduhan lebih tinggi justru bisa terasa pahit, sepat, atau terlalu berat.
Karena itu, barista biasanya melihat nilai konsentrasi seduhan bersama dengan Extraction Yield, rasa, aroma, body, acidity, dan sweetness.
Kesimpulan

TDS pada kopi membantu barista mengetahui konsentrasi hasil seduhan secara lebih objektif. Pengukurannya dapat dilakukan menggunakan refractometer kopi, sedangkan perbedaan angka nilai konsentrasi seduhan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kepekatan minuman.
Namun, kopi yang lebih pekat tidak selalu lebih baik. Hasil terbaik tetap bergantung pada keseimbangan antara konsentrasi, extraction, karakter biji kopi, dan preferensi rasa.
Bagi coffee shop dan industri F&B, pengukuran nilai konsentrasi seduhan dapat menjadi salah satu cara untuk membuat resep kopi lebih konsisten dan memastikan kualitas minuman tetap terjaga.
XENA COFFEE BEANS DARI MUTIARAGEMILANG.ID
Xena Coffee Beans dibikin dari petani lokal Indonesia yang metik buah kopi pilihan dengan penuh ketulusan, dicuci bersih, dijemur, sampai disortir satu-satu biar kualitasnya tetap top tier.
Enggak berhenti di situ, proses roastingnya juga dijaga presisi banget supaya karakter aslinya keluar sempurna.
Sampai akhirnya, biji-biji kopi pilihan ini dikemas rapi, siap nemenin bar kalian, dan diolah jadi secangkir kopi latte art yang creamy dan nikmat.
Satu hal yang pasti, Different Beans, Unique Character, Same Great Cup.
.

XENA Coffee Beans hadir dengan 11 pilihan beans, 11 karakter rasa yang siap disesuaikan dengan kebutuhan coffee business kamu. Dari yang bold, fruity, semuanya ada.
Blend / 1 Kg:
- Fine Robusta
- Classic Blend
- Signature Blend
- Heritage Blend
- Supreme Blend
- Arabica Nutty Gold
- Arabica Fruity Gold
Single Origin / 500 Gram:
- Arabica Flores Bajawa (Semi Wash)
- Arabica Bali Kintamani (Full Wash)
- Arabica Gayo Bener Meriah (Natural)
- Arabica Kerinci (Full Wash)
Download Katalog2 Produk MGI, disini.
Kontak sales kami sekarang juga, disini.


