Chagee: Brand Teh Kekinian yang Mengguncang Dunia

Di tengah maraknya tren minuman kekinian, Chagee muncul sebagai salah satu brand teh premium yang sukses mencuri perhatian dunia. Dengan cita rasa autentik, bahan berkualitas, dan konsep yang instagramable, Chagee berhasil menembus pasar global. Artikel ini akan mengupas tuntas sejarah pendirinya, logo, karakteristik teh, jaringan distribusi, hingga outlet terbarunya di PIK Avenue.
Sejarah Pendiri Chagee
Chagee didirikan di China pada tahun 2017 dengan nama asli “Cha Yan Yue Se” (茶颜悦色), yang berarti “warna teh yang menyenangkan”. Brand ini didirikan oleh Zhang Junjie (霸王茶姬; Bà Wáng chájī), seorang pengusaha yang ingin menghadirkan pengalaman minum teh tradisional China dengan sentuhan modern. Lahir di Yan, Tiongkok pada tahun 1993, Zhang Junjie mengalami masa kecil yang penuh penderitaan. Setelah menjadi yatim piatu pada usia 10 tahun, ia menjadi tunawisma dan hidup tanpa pendidikan formal. Barulah pada usia 15 tahun ia mulai belajar menulis dan membaca.

Pada usia 17 tahun, Jong mendapatkan pekerjaan pertamanya di sebuah toko bubble tea. Dengan latar belakang tanpa pendidikan dan mudah digantikan oleh orang lain, ia bekerja dengan dedikasi tinggi, bangun pagi dan tidur larut malam, hingga bekerja 12 jam sehari.
Selain kerja lebih keras, Zhang Junjie membaca banyak buku setiap tahun untuk menambah wawasan dan menebus ketertinggalannya dalam pendidikan formal.
Daripada hanya memandang pekerjaannya sebagai cara mencari nafkah, anak yang baru belajar baca-tulis ini justru melihatnya sebagai kesempatan untuk memahami dunia kewirausahaan. Antara 2010 dan 2013, Zhang Junjie bekerja di berbagai bagian toko tempatnya bekerja, yang memungkinkannya menguasai seluk-beluk pembuatan bubble tea secara mendalam. Dengan pengalaman tersebut, ia menjalankan bisnis waralaba selama dua tahun dan berhasil meraup keuntungan pertamanya.
Setelah menjadi pengelola waralaba, Zhang Junjie memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari cara mengelola perusahaan. Ia kemudian bergabung dengan sebuah perusahaan teknologi di Shanghai, di mana ia mendalami struktur organisasi, pendanaan, dan strategi pengembangan bisnis. Saat itu, industri bubble tea sedang booming, dan Jong melihat potensi besar untuk menciptakan merek miliknya sendiri.
Pada 2017, ia mendirikan Chagee, merek bubble tea yang mengusung konsep teh autentik dengan bahan berkualitas tinggi. Ia sengaja memilih Yunnan sebagai lokasi toko pertamanya karena merupakan kampung halamannya, pusat produksi teh Tiongkok, dan wilayah yang belum dipenuhi persaingan merek besar seperti di Beijing atau Shanghai. Dari sana, ia merancang rencana ekspansi untuk menjangkau seluruh Tiongkok hingga ke pasar global.
Zhang Junjie memiliki ambisi besar untuk Chagee, yakni memperkenalkan budaya teh Tiongkok ke kancah internasional. Ia mengadopsi pendekatan bisnis ala Starbucks dengan memadukan elemen budaya dalam produknya. Nama “Chagee” diambil dari kisah epik Tiongkok “Farewell My Concubine,” yang mencerminkan dedikasi pada kualitas dan keaslian.
Ia memastikan semua bahan yang digunakan adalah yang terbaik, dengan hanya memakai daun teh asli, bukan bubuk, dan susu murni tanpa campuran krimer buatan, sambil tetap menawarkan harga yang terjangkau untuk pasar yang lebih luas. Berbeda dari merek lain yang fokus pada teh buah atau campuran rumit, Chagee memperkenalkan “Chinese-style tea latte,” sebuah konsep teh harian yang mirip dengan kopi latte.
Strategi ini terbukti berhasil, dengan salah satu varian milk tea Chagee terjual sebanyak 230 juta cangkir dalam setahun.
Awalnya, Chagee hanya memiliki satu gerai di Kunming, Hunan, tetapi berkat konsep unik dan kualitas tehnya, brand ini meledak menjadi fenomena global. Kini, Chagee telah berekspansi ke berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat.
Sebelum mendirikan Chagee, Zhang Junjie bekerja di berbagai industri, termasuk periklanan dan pemasaran. Pengalaman ini membantunya memahami pentingnya branding dan storytelling dalam membangun bisnis. Ia terinspirasi oleh tren minuman kekinian di Taiwan dan memutuskan untuk menciptakan brand teh yang berbeda—bukan sekadar bubble tea biasa, tapi perpaduan seni, budaya, dan kualitas premium.
Awalnya, bisnisnya tidak langsung sukses. Zhang Junjie sempat hampir bangkrut karena persaingan ketat. Namun, berkat konsistensi dan inovasinya, Chagee akhirnya viral di media sosial dan menjadi fenomena budaya di China.
Kesuksesan Chagee tidak lepas dari visi Zhang Junjie yang menggabungkan kearifan tradisional dan inovasi modern. Ia membuktikan bahwa minuman teh bisa menjadi medium untuk melestarikan budaya sekaligus meraih pasar global.
Logo Chagee: Simbol Elegan dengan Makna Mendalam

Logo Chagee menampilkan gadis tradisional China dengan gaya ilustrasi klasik, aktor opera huadan, mencerminkan perpaduan budaya tradisional dan modern. Warna dominan merah dan emas melambangkan keberuntungan dan kemewahan, sesuai dengan filosofi teh sebagai minuman bangsawan.
Tren Minuman Teh Kekinian & Posisi Chagee

Minuman teh kekinian, terutama bubble tea dan milk tea, telah menjadi tren global. Menurut Statista, pasar bubble tea dunia diprediksi mencapai $4,3 miliar pada 2027. Chagee berhasil menonjol karena:
- Menggunakan teh asli daun pilihan, bukan bubuk.
- Memadukan rasa tradisional dengan topping modern seperti cheese foam dan boba.
- Kemasan estetik yang viral di media sosial.
Karakteristik Teh yang Dipakai Chagee
Chagee terkenal dengan kualitas teh premium-nya, seperti:
- Teh Oolong – Aroma floral dengan aftertaste manis.
- Teh Pu’er – Rasa earthy, populer untuk detox.
- Teh Jasmine – Wangi melati yang menyegarkan.
- Teh Tieguanyin – Teh hijau premium dengan rasa kompleks.
Semua daun teh dipetik dari perkebunan terbaik di Fujian dan Yunnan, China.
Jaringan Distribusi Chagee: Dari China ke Dunia
Chagee kini memiliki 600+ cabang di seluruh dunia, dengan ekspansi terbesar di:
- Asia: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand.
- Amerika: AS (Los Angeles, New York).
- Eropa: Inggris, Jerman (dalam perencanaan).
Di Indonesia, Chagee masuk sejak 2020 dan sudah memiliki puluhan outlet, termasuk di Grand Indonesia, Mall Taman Anggrek, dan terbaru di PIK Avenue.
Outlet Terbaru Chagee di PIK Avenue

Outlet terbaru Chagee di PIK Avenue menghadirkan konsep modern Chinese aesthetic, dengan nuansa kayu dan ornamen tradisional. Lokasinya strategis di lantai ground floor, dekat dengan gerai makanan kekinian lainnya.
Kunci Sukses Chagee
- Kualitas Teh Premium – Tidak menggunakan bahan sintetis.
- Inovasi Menu – Seperti Cheese Tea dan Brown Sugar Boba.
- Branding Kuat – Kemasan instagramable dan cerita budaya China.
- Ekspansi Agresif – Memasuki pasar global dengan cepat.
Chagee Meruntuhkan Kejayaan Starbuck Di China

Chagee, sebagai merek teh premium asal Tiongkok, telah mengguncang pasar Starbucks di Tiongkok melalui strategi yang berfokus pada budaya teh lokal dan efisiensi operasional. Dengan pertumbuhan pesat dari 1.000 toko pada akhir 2022 menjadi lebih dari 4.500 pada 2024, Chagee mencatatkan penjualan sebesar 10,8 miliar RMB (1,5 miliar USD) pada 2023 dan diproyeksikan mencapai 20 miliar RMB pada 2024, bahkan mengklaim akan melampaui pendapatan Starbucks Tiongkok. Produk andalannya, seperti Jasmine Green Milk Tea, yang terjual 230 juta cangkir pada 2023, menarik konsumen muda dengan harga kompetitif sekitar 20 RMB dan inovasi rasa yang mengakar pada tradisi teh Tiongkok.
Sementara Starbucks menghadapi penurunan penjualan same-store sebesar 14% pada kuartal terakhir 2024 akibat preferensi konsumen yang beralih ke merek lokal dan tekanan ekonomi, Chagee memanfaatkan model waralaba untuk ekspansi agresif di lokasi-lokasi strategis, seperti tempat wisata.
Selain itu, Chagee menawarkan pengalaman “premium” yang serupa dengan Starbucks namun lebih terjangkau, menjadikannya alternatif menarik bagi konsumen yang mencari nilai emosional dan budaya lokal, sehingga menggerus pangsa pasar Starbucks yang kini turun dari 34% pada 2019 menjadi 14% pada 2024.
Strategi Chagee
- Fokus pada Kualitas, Bukan Ekspansi Cepat
- Di tengah maraknya franchise bubble tea, Zhang memilih tidak membuka cabang di luar Hunan selama 5 tahun pertama. Ia ingin memastikan konsistensi rasa dan pengalaman pelanggan.
- Baru pada 2018, Chagee berekspansi ke kota-kota besar China seperti Shanghai dan Beijing.
- Marketing Kreatif & Kolaborasi Budaya
- Chagee sering berkolaborasi dengan seniman lokal untuk desain cup dan merchandise limited edition.
- Zhang juga memanfaatkan Douyin (TikTok China) untuk kampanye viral, seperti tantangan “Cheese Tea Dance”.
- Ekspansi Global dengan Pendekatan Lokal
- Saat masuk ke Indonesia, Chagee menyesuaikan rasa (misalnya: mengurangi kadar gula) sesuai preferensi pasar.
- Zhang memastikan setiap outlet memiliki nuansa “Chinese aesthetic” yang konsisten.
Prestasi & Pengakuan
- Chagee kini bernilai $1,2 miliar dan masuk daftar “Most Innovative Brands in China” versi Forbes.
- Zhang dinobatkan sebagai “Top 10 Young Entrepreneurs in China” oleh Hurun Report (2023).
Menu Populer Chagee & Range Harga

Berikut beberapa menu best seller Chagee:
- Cheese Tea Series (Rp 35.000 – Rp 45.000)
- Brown Sugar Boba Milk Tea (Rp 40.000 – Rp 50.000)
- Jasmine Green Tea (Rp 30.000 – Rp 38.000)
- Peach Oolong Tea (Rp 35.000 – Rp 42.000)
Harga Chagee tergolong premium, tetapi sebanding dengan kualitasnya.
Kompetitor Utama Chagee
Beberapa brand yang bersaing dengan Chagee:
- HeyTea (China) – Fokus pada cheese tea.
- Tiger Sugar (Taiwan) – Spesialis brown sugar boba.
- Xing Fu Tang (Thailand) – Boba segar dengan pemasaran viral.
Chagee unggul karena rasa teh yang lebih autentik dan pengalaman budaya yang kental.
Kesimpulan
Chagee bukan sekadar brand teh kekinian, melainkan perpaduan sempurna antara tradisi dan modernitas. Dengan ekspansi global dan loyalitas penggemar yang tinggi, Chagee siap menjadi pemimpin pasar minuman teh dunia.
Referensi:
Jangan lewatkan kesempatan mencicipi Cheese Tea-nya Chagee di outlet terbaru mereka di PIK Avenue.
BERAGAM PRODUK TEH CHAMUGI DARI PT MGI

Berikut adalah beberapa Tea Leaf Chamugi dari kami,
Black Tea 500gr
Jasmine Green Tea ( Flavor ) 500gr
Earl Grey 500gr
Gardenia Green Tea 500gr
Osmanthus Oolong Tea 500gr
Da Hong Pao 500gr
Oolong Danchong 500gr
Green Tea 500gr
Jasmine Green Tea ( Dengan Bunga Melati Asli) 500gr
Long Jing 500gr

PRODUK TEH LAINNYA DARI PT MGI, COMEFOOD TEA LEAF
BLACK TEA
Assam Black Tea 600gr
Earl Grey Black Tea 600gr
Darjeelingy Black Tea 600gr
Ceylon Black Tea 600gr
GREEN TEA
Jasmine 600gr
Premium Green Tea 600gr
Japanese Genmaicha Tea 600gr
Japanese Sencha Tea 600gr
Alishan Tea 600gr
OOLONG TEA
Roasted Oolong Tea 600gr
Premium Oolong Tea 600gr
Tieguanyin Tea 600gr

MESIN TEH IZENSSO MINI-H, SEDUH TEH DENGAN KONSISTENSI TINGGI!

Tea Brew Machine Izensso Mini H, memberikan performa maksimal yang cocok untuk kebutuhan F&B kekinian, karena mesin ini bisa memberikan performa ini,
✔️ Konsistensi rasa di setiap seduhan
✔️ Operasional lebih efisien
✔️ Hasil stabil & cepat
Dengan Izensso Mini H Tea Brew Machine, proses jadi lebih praktis tanpa mengorbankan kualitas.
MESIN KOPI IZENSSO CANON DAN ELECTRA DARI PT MUTIARA GEMILANG INDONESIA ( PT MGI ), MESIN KOPI CANGGIH DENGAN FITUR BREWING COFFEE DAN TEA.
Tidak hanya biji kopi, PT MGI juga menyediakan beragam kebutuhan mesin dan bahan baku untuk usaha kopi dan kedai kopi, diantaranya 2 mesin andalan: Mesin Kopi Izensso Canon dan Electra. Mari Kita kulik lebih lanjut,

Mesin kopi Izensso Canon I-3089A dan Electra SN-007 dari PT Mutiara Gemilang Indonesia (PT MGI) adalah solusi ideal untuk pebisnis coffeeshop yang menginginkan kualitas profesional dengan harga terjangkau. Izensso Canon, dengan sistem thermoblock dan water boiler, menawarkan ekstraksi kopi yang konsisten serta busa susu halus untuk latte dan cappuccino, dilengkapi Smart LED System untuk pengoperasian intuitif.

Sementara itu, Izensso Electra, dengan fitur ultra-fine grinding dan integrasi penggilingan, penyeduhan, serta steaming, memberikan fleksibilitas untuk kopi dan teh dalam desain elegan. Kedua mesin ini didukung garansi satu tahun, perawatan mudah, dan layanan pelatihan gratis dari PT MGI, menjadikannya investasi cerdas untuk kafe atau usaha kopi rumahan
Baca Artikel Menarik Lainnya,
Chamugi Da Hong Pao dari MGI, Teh Jubah Merah Dengan Rasa Khas Dan Mineral Alami
Chamugi Long Jing dari MGI, Teh Sumur Naga Dengan Daun Pipih Seperti Pedang
Chamugi Osmanthus dari MGI, Teh Import Yang Lembut, Manis, Menyegarkan
Chamugi Danchong dari MGI, Si Teh Pohon Tunggal Yang Terjaga Kualitas Dan Aromanya
Mengenal Proses Oksidasi Dalam Pengolahan Teh
Bosan Dengan Kopi Dan Teh, Cobain Matcha!, Cek Bedanya Dengan Green Tea, Disini…
Chagee, Si Anak Ingusan Menabrak Dominasi Starbuck!
Serial Produk Teh Premium Terbaik PT MGI Teh Oolong / 4 Jenis Oolong Tea
Serial Produk Teh Premium Terbaik Dari PT MGI: Teh Hijau Import / 5 Jenis Green Tea
Serial Produk Teh Premium Terbaik Dari PT MGI: Teh Hitam / 4 Varian Black Tea
2 Minuman Populer, Milk Tea dan Thai Tea, Apa Bedanya, Kapan Tren Minuman Ini Dimulai?
6 Rekomendasi Rasa Powder Minuman Murah Verlin Tea Series
Rekomendasi Merk Teh Lokal Terbaik Indonesia, 9 Teh Paling Enak
